Type Here to Get Search Results !

Puisi: Kemarin

Shopiah Syafaatunnisa 0
Jam dinding berwarna putih
Ilustrasi (Foto: pixabay)



Menengok episode berlalu
filosofismu yang tak bisa aku jelaskan
Wahai kemarin engkau sesuatu yang puitis
Darimu jutaan manusia mengenangmu
Dan Sebagiannya menangisimu
Atau juga membencimu

Kemarin, dikau adalah waktu yang tiada mungkin terulang
Nuansa dan ruang yang tak dapat direncanakan
Kau memunculkan seruntutan misteri
Kau tak lebih dari kenangan yang bersemi

Kemarin, engkau ajari teoritis untuk berpengalaman
Engkau cantumkan artikulasi kesempatan
Wahai kemarin engkaulah guru kiriman
Yang tercipta dalam bentuk hari yang sudah ku lewatkan

Kemarin oh kemarin..
Tak ada yang bisa ku jelma darimu
Tapi kau memberikan kenangan yang tak pernah layu
Kau laksana aliran darah yang bertengger di tubuhku
Kau memang tak bisa lagi aku genggam
Tapi hidupku belajar darimu
Tak bisa lepas sedikitpun
Aku berguru kepadamu..

Posting Komentar

0 Komentar